Tantangan kemuliaan martabat manusia di era akal imitasi (AI): Menelisik isi dokumen Magnifica Humanitas
DOI:
https://doi.org/10.24071/usdb.v4.609Keywords:
Akal Imitasi, Magnifica Humanitas, Martabat Manusia, TeknologiAbstract
Teknologi kini telah memasuki semua bidang kehidupan. Di antaranya ialah pendidikan, kesehatan, budaya, pekerjaan, politik, ekonomi, bahkan mempengaruhi cara manusia mengambil suatu keputusan. Akal imitasi adalah suatu bentuk kemajuan teknologi yang modern. Banyak lembaga kini mengandalkan akal imitasi untuk mengefisienkan suatu pekerjaan. Bahkan akal imitasi mulai menggantikan posisi manusia, baik sebagai karyawan maupun sebagai ‘pemikir’. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk mencermati hubungan antara martabat manusia di tengah tantangan AI berdasarkan dokumen Gereja, Magnifica Humanitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI membawa perkembangan pesat dalam dunia teknologi. Di samping itu, AI juga mengambil banyak peran dalam kehidupan manusia saat ini. Dengan teknologi ini, banyak masalah selesai hanya dalam waktu yang sangat singkat. Hanya saja, AI mulai mengambil alih peran manusia dalam berpikir, merancang sesuatu, bahkan menyelesaikan masalah. Ada kemunduran martabat manusia. Seruan Paus dalam dokumen Magnifica Humanitas mengatakan bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan membuat manusia semakin menjadi manusia. Kemajuan teknologi harus tetap menjunjung tinggi kemuliaan martabat manusia. Penggunaan yang tidak bijak dan tidak bertanggung jawab bisa mencederai martabat manusia yang utuh.
Downloads
References
Ahmad, N., Aqilah, W. A., & bin Yussof, M. H. B. (2025). The challenges of human rights in the era of artificial intelligence. UUM Journal of Legal Studies, 16(1), 150–169. https://doi.org/10.32890/uumjls2025.16.1.9
Alakwe, K. O. (2023). Human dignity in the era of artificial intelligence and robotics: Issues and prospects. Journal of Humanities and Social Sciences Studies, 5(6), 87–97. https://doi.org/10.32996/jhsss.2023.5.6.10
Bordoni, L. (2026, 25 Mei). Pope Leo presents ‘Magnifica humanitas’ calling for disarmament of AI. Vatican News. https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-05/pope-leo-xiv-magnifica-humanitas-presentation-ai-disarmament.html
Duka, G. B., Kanaf, G. A. M., & Bao, R. L. (2026). Martabat manusia di era mesin: Tantangan etika dalam perkembangan teknologi artificial intelligence. PASTORALIA, 7(1), 61–69. https://doi.org/10.70449/pastoral.v7i1.326
Lee, P., & George, R. P. (2008). The nature and basis of human dignity. Ratio Juris, 21 (2), 173–193. https://doi.org/10.1111/j.1467-9337.2008.00386.x
Mudhofir, A. (1992). Nilai, martabat dan hak-hak asasi manusia. Jurnal Filsafat, 12, 23-27. https://journal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/31466
Paus Leo XIV. (2026). Magnifica humanitas: On safeguarding the human person in the time of artificial intelligence [Surat ensiklik]. Takhta Suci. https://www.vatican.va/content/leo-xiv/en/encyclicals/documents/20260515-magnifica-humanitas.html
Pabubung, M. R. (2023). Era kecerdasan buatan dan dampak terhadap martabat manusia dalam kajian etis. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(1), 66–74. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i1.49293
Sarwindaningrum, I. (2026, 15 Agustus). Para bos AI sepakat melambat, Trump dan Xi ingin melaju. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/para-bos-ai-sepakat-melambat-trump-dan-xi-sebaliknya?open_from=Kompas_Hari_Ini
Sudimin, T., Hardiyarso, S., & Wijoyoko, G. D. (2020). Melindungi martabat manusia. Universitas Katolik Soegijapranata.
Suparmadi, A. D., & Kristianto, T. P. (2026). Kerendahan hati sebagai jawaban: Spiritualitas Vinsensian dalam merespons tantangan kecerdasan buatan menurut Magnifica humanitas. Serikat Kecil, 3(1), 38–48. https://serikatkecil.org/index.php/serikatkecil/article/view/33
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Toberias Anri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




