Darurat Literasi di NTT dan Pendidikan Ala Paulo Freire sebagai Imperatif Moral Masyarakat
Main Article Content
Abstract
This research aims to examine and analyze the context in Indonesia, particularly the reality of the educational situation, namely the Literacy Emergency in NTT. This illustrates how the educational situation and its policies are not running well and on target, inadequate educator competency and a society with minimal awareness of the moral imperative, are perceived as triggers for this impact. From this, this research was conducted to analyze using Freire's Educational Theory, which emphasizes liberation education, dialogue, and bank-style education to understand what is happening and also as a reference in helping evaluate, in order to achieve an advanced and empowered education in Indonesia. The method used is a qualitative research type, with a literature study approach, which focuses on the analysis of documents, articles, books, and journals. For the research data itself, trusted article sources are used. From this, it can be concluded that the moral imperative is the government and society, and through an understanding of Freire's theory, there are inequalities and inconsistencies in the delivery of education in NTT.
Abstrak
Penelitian ini mau membaca dan menganalisis konteks terjadi di Indonesia, khususnya realitas kondisi pendidikan yaitu Darurat Literasi di NTT. Ini menggambarkan bagaimana situasi pendidikan dan kebijakannya tidak berjalan dengan baik dan tepat sasaran, kompetensi pendidik yang tidak memadai dan masyarakat yang minim kesadaran sebagai imperatif moral, dirasa sebagai pemicu dampak ini. Dari sinilah, penelitian ini dibuat untuk dianalisis dengan menggunakan teori Pendidikan menurut Freire, yang menekankan pendidikan pembebasan, dialog, dan pendidikan gaya bank untuk membaca apa yang terjadi dan juga ini sebagai rujukan dalam membantu mengevaluasi, demi tercapainya pendidikan di Indonesia yang maju, dan berdaya juang. Metode yang dipakai menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan pendekatan studi literatur atau pustaka, yang berfokus kepada analisis dokumen, artikel, buku, dan jurnal. Untuk data penelitian sendiri menggunakan sumber artikel terpercaya. Dari sinilah, bisa disimpulkan bahwa Imperatif moral adalah pemerintah dan masyarakat, serta melalui pembacaan teori Freire, adanya ketimpangan serta ketidaksesuaian di NTT dalam memberikan pengajaran.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
How to Cite
References
Abidin, Zainal. Paulo Freire: Pedagogi Kritis Dan Penguatan Civil Society Di Indonesia. Yogyakarta: DIVA Press, 2022.
Agustiani, Sari, Abd Haris, and Rosichin Mansur. “Pendidikan Menurut Perspektif Tokoh Filsuf Barat.” Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan 6, no. 2 (2023): 816–23. https://doi.org/10.32923/kjmp.v6i2.4219.
Ajat, Asep Sudrajat, and R. Yuli Akhmad Hambali. “Analisis Filsafat Paulo Freire Terhadap Sistem Pendidikan Indonesia.” Jurnal Perspektif 5, no. 1 (2021): 14. https://doi.org/10.15575/jp.v5i1.107.
Asdi Daruni, Endang. “Imperatif Kategoris Dalam Filsafat Moral Immanuel Kant.” Jurnal Filsafat , no. 23 (1995): 9–19.
Basrowi, and Suwandi. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Creswell, J.W. Qualitatif Inquiry and Research Design. Sage Publi. California, 1998.
Efrizal, Nasution. “Problematika Pendidikan Di Indonesia.” Mediasi 8, no. 1 (2018): 1–10.
Freire, Paulo. Pendidikan Kaum Tertindas. 1st ed. Jakarta: PT. Temprint, 1985.
Herin, Frans Pati. “Darurat Literasi Di NTT, Ada Mahasiswa Tak Cakap Membaca.” Kompas, 2025. https://www.kompas.id/artikel/darurat-literasi-di-ntt-ada-mahasiswa-tak-cakap-membaca.
Husni, Muhammad. “Memahami Pemikiran Karya Paulo Freire ‘Pendidikan Kaum Tertindas’ Kebebasan Dalam Berpikir.” Al-Ibrah 5, no. 2 (2020): 41–60. https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/103.
Kemdikbud. “Pendidikan Berkualitas Untuk Semua Komitmen.” BPMPNTT Kemdikbud, 2024. https://bpmpntt.kemdikbud.go.id/utama-slider/pendidikan-berkualitas-untuk-semua-komitmen-kemendikdasmen-di-ntt-05-desember-2024-←-back/, diakses pada tanggal 29 September 2025.
Kia, Naya. “Darurat Literasi Di NTT.” Suara Kupang FM, 2025. https://suarakupangfm.com/?s=Darurat+Literasi+di+NTT.
Liwers, Logan. “Krisis Literasi Di NTT: Masa Depan Generasi Yang Terancam.” Kompasiana, 2025. https://www.kompasiana.com/martoseran7087/68d08229c925c46b5b59ba74/krisis-literasi-di-ntt-masa-depan-generasi-yang-terancam.
Nograhany, Widhi Koesmawardhani. “10 Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik 2025 Versi World Population Review.” Detik, 2025. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7841602/10-negara-dengan-sistem-pendidikan-terbaik-2025-versi-world-population-review#:~:text=Peringkat Indonesia di Dunia dan,Tenggara ditempati negeri jiran%2C Singapura.
NURJANAH, SITI. “Human Capital Dan Peranan Pemerintah Dalam Pendidikan.” Econosains Jurnal Online Ekonomi Dan Pendidikan 12, no. 1 (2014): 83–90. https://doi.org/10.21009/econosains.0121.04.
Plato. Republik. Edited by Eza Ari Astanto. 1st ed. Yogyakarta: BASABASI, 2022.
Pureklolon, Thomas Tokan. “PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK DAN HUKUM NEGARA INDONESIA.” Law Review 20, no. 1 (2020): 71–86.
Rafli, Muhammad. “Indonesia Peringkat 4 Negara Dengan Penduduk Paling Terdidik Di ASEAN.” Goodstats, 2024. https://data.goodstats.id/statistic/indonesia-peringkat-4-negara-dengan-penduduk-paling-terdidik-di-asean-pa4k0.
Rahmadanita, Annisa. “Rendahnya Literasi Remaja Di Indonesia: Masalah Dan Solusi.” Jurnal Pustaka Ilmiah 8, no. 2 (2022): 55. https://doi.org/10.20961/jpi.v8i2.66437.
Sanga, L. D., & Wangdra, Y. “Pendidikan Adalah Faktor Penentu Daya Saing Bangsa Laurensius.” Prosiding Seminar Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (Snistek) 5, no. September (2023): 84.
Senda, Kristiana Sawo. “FTBM NTT Tekankan Darurat Literasi Pelajar Dan Mahasiswa.” RRI, 2025. https://rri.co.id/Daerah/1847212/Ftbm-Ntt-Tekankan-Darurat-Literasi-Pelajar-Dan-Mahasiswa.
Tia Basana Hutagalung, and Liesna Andriany. “Filosofi Pendidikan Yang Diusung Oleh Ki Hadjar Dewantara Dan Evolusi Pendidikan Di Indonesia.” Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya 2, no. 3 (2024): 91–99. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i3.615.
Zamhari, Dwi Noviani, and Zainuddin. “Perkembangan Pendidikan Di Indonesia.” Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya 1, no. 5 (2023): 01–10. https://doi.org/10.61132/morfologi.v1i5.42.