Kajian Komparatif: Gotong Royong dalam Pepatah Mamasa dan Tana Ai untuk Kohesi Sosial
Main Article Content
Abstract
This paper examines the moral decadence of Toraja society triggered by the practices of cockfighting, buffalo fighting, and online gambling. Using Clifford Geertz's interpretive approach, this study explores the cultural meanings behind these gambling practices through symbolic interpretation and how they affect the social order and moral values of society. Furthermore, John Rawls's theory of justice is used to analyze the injustice and social imbalances that arise from gambling, including its impact on the welfare and rights of individuals within the community. The results of the study indicate that gambling not only undermines individual morality but also threatens social solidarity and distributive justice in Toraja society, necessitating cultural interventions and social justice-based policies to address this moral decadence. The church is called to call for justice and truth through prophetic movements for the common good. This prophetic voice is carried out by collaborating with credit union institutions, conducting coaching and empowerment activities through categorical groups, and fostering inner peace within each person.
Abstrak
Gotong royong yang menjadi pilar penting kohesi sosial masyarakat Indonesia dihayati oleh masyarakat dan terartikulasi dalam berbagai petuah lokal. Modernisasi dan pengaruh gaya hidup individualis menyebabkan nilai-nilai gotong royong semakin luntur dan sulit dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini tujuan untuk mengkaji dua pepatah dari etnis berbeda, yakni “Rakka Batu Tuo Na Olai Kada Mesa” dari masyarakat Mamasa (Sulawesi Barat) dan “Ganu Ipun Tama Nanga, Ganu Teban Lema Likon” dari masyarakat Tana Ai (Sikka, Flores Timur). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan wawancara dengan tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pepatah Mamasa menekankan kekuatan tekad kolektif dan persatuan dalam menghadapi tantangan besar, yang dimetaforakan melalui batu keras yang dapat dipecahkan oleh satu suara. Sementara itu, pepatah Tana Ai menekankan pentingnya kehidupan komunal, solidaritas, dan belarasa, dengan simbol ikan yang hidup bergerombol sebagai metafora kebersamaan manusia. Analisis komparatif menegaskan bahwa keduanya sama-sama mengajarkan nilai persatuan dan gotong royong, meski dengan simbol dan titik tekan yang berbeda. Relevansinya dalam konteks modern sangat signifikan, karena mampu menjadi pengingat akan pentingnya kohesi sosial di tengah arus globalisasi, urbanisasi, dan budaya individualisme. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pepatah tradisional bukan sekadar warisan budaya, melainkan instrumen reflektif dan dinamis yang dapat memperkuat identitas, solidaritas, dan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
How to Cite
References
“Data Statistik,” Credit Union Sauan Sibarrung, Google, Oktober 2025 , diakses 16 Oktober, 2025 https://cusauansibarrung.org//
“Data Statistik”, Biduk Keuskupan Agung Makassar, Oktober 2025, https://biduk.or.id//
Amanda, Marike & Theresia Noiman Derung. “Mater et Magistra: Peran Penting dalam Membangun Kesadaran Sosial Umat Katolik”, Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 3, No. 1 (2025), 176-185.
Bakker, J.W.M. SJ, Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius, 2005.
Benediktus, Paus XVI. Caritas in Veritatis (Kasih dalam Kebenaran), terj. B.R. Agung Prihartana, MSF. Jakarta: Dep.Dokpen KWI, 2014.
Bevans, Stephen. Mission for the Twenty-First Century: Faith, Gospel, Culture, (2009) diakses dari: https://relforcon.org/files/bevans.theology_21st_century.pdf (16/10/2025).
Chen, Martin Pr,. Teologi Gustavo Gutierrez: Refleksi dari Praksis Kaum Miskin. Yogyakarta: Kanisius, 2002.
Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana, SJ. Jakarta: Dep. Dokpen KWI – OBOR, 2012.
Geertz, Clifford. The Interpretation of Culture. New York: Basic Books, 1973.
Gutiérrez, Gustavo. A Theology of Liberation. History, Politics and salvation. Maryknoll, New York: Orbis Books, 1973.
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W, “Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif,” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, No.9 (2024),
Kartono, Kartini. Pengantar Metodologi Research Sosial. Bandung: ALUMNI, 1998.
Kumbara, A.A. Ngurah Anom. Paradigma & Teori-Teori Studi Budaya, Jakarta: BRIN, 2023.
Kung, Hans. A Global Ethic for Global Politics and Economics, penerj. John Bowden. New York: Oxford University Press, 1998.
Liku-Ada, John., dkk, Judi Dalam Sorotan Religiolitas Leluhur Toraja. Yogyakarta: Gunung Sopai, 2023.
Palayukan, Kurniati Mana’., Muhammad Syukur, Amirullah. “Tradisi Massaung Manuk pada Upacara Adat Rambu Solo’ di Toraja Utara.” PATTINGALLOANG 11, No. 3 (2024), 157-164.
Paulus II, Yohanes. Ensiklik Sollicitudo Rei Socialis. 41: AAS 80 (1988).
Paulus, Paus VI. Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil), terj. J. Hadiwikarta, Pr. Jakarta: Dep.Dokpen KWI, 2019.
Rawls, John. Theory of Justice in Reason and Responsibility. ed. Joel Fainberg. California: Belmont, 1978.
Ruslan, Idrus., Badi’ah Siti, dan Listiana Lanny, “Fenomena Judi Sabung Ayam Masyarakat Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 6, No.1 (2021), 23-48.
Sen, Amartya. The Idea of Justice. USA: The Belknap Press of Harvard University Press Cambridge, 2009.
Tangdilintin, L.T. Toraja dan Kebudayaannya. Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1980.
The Holy See. Kompendium Ajaran Sosial Gereja. https://www.vatican.va/roman_curia/pontifical_councils/justpeace/documents/kompendium_text_id.pdf