Dari Kali Code ke Ruang Digital: Meneguhkan Filsafat Memanusiakan Manusia Romo Mangun sebagai Etika Publik Generasi Kontemporer

Main Article Content

Yanto

Abstract

Contemporary ethical and sustainability challenges, ranging from environmental crises to digital disruption, stem from a fragmented view that separates humanity, nature, and technology. This qualitative study examines the urgency of Integral Ecology as a transformative ethical framework grounded in the philosophy of Pancasila in the digital era, using the thought of Y.B. Mangunwijaya as a model for integrating Social Ecology and Human Rights. Employing a literature review and philosophical analysis, the study explores how Integral Ecology addresses environmental and digital challenges, identifies the core moral values of Pancasila for public ethics, and examines the relevance of Mangunwijaya’s vision of “humanizing humanity” as a basis for “humanizing all creation” in a technological age. The findings indicate that sustainability crises require a holistic perspective in which environmental degradation is understood as a form of social injustice. Three key ethical principles emerge: technological development must remain guided by human dignity, public ethics must integrate ecological responsibility, and younger generations should actively participate in environmentally responsible democratic practices. Therefore, an Integral Ecology grounded in Pancasila provides an ethical framework for fostering critical and balanced engagement with technology and the environment.


Abstrak


Berbagai persoalan etika dan keberlanjutan, mulai dari krisis lingkungan hingga disrupsi digital, berakar pada cara pandang yang memisahkan manusia, alam, dan teknologi. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis urgensi Ekologi Integral sebagai kerangka etika transformatif yang berlandaskan Filsafat Pancasila di era digital, dengan menjadikan pemikiran Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai model penerapan Ekologi Sosial dan Hak Asasi Manusia. Melalui studi pustaka dan analisis filosofis, penelitian ini mengkaji peran Ekologi Integral dalam menjembatani krisis lingkungan dan digital, nilai-nilai moral Pancasila dalam etika publik, serta relevansi gagasan Romo Mangun untuk memanusiakan seluruh ciptaan di era teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis keberlanjutan memerlukan pendekatan holistik yang memandang kerusakan lingkungan sebagai bentuk ketidakadilan sosial. Selain itu, ditemukan tiga prinsip etis utama: kemajuan teknologi harus dikendalikan oleh nilai kemanusiaan, etika publik harus mengintegrasikan tanggung jawab ekologis, dan generasi muda perlu berpartisipasi aktif dalam demokrasi yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian, Ekologi Integral yang berlandaskan Pancasila menawarkan kerangka etis untuk membangun kesadaran kritis terhadap teknologi dan lingkungan secara seimbang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Dari Kali Code ke Ruang Digital: Meneguhkan Filsafat Memanusiakan Manusia Romo Mangun sebagai Etika Publik Generasi Kontemporer. (2026). Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology, 4(1), 127-137. https://doi.org/10.24071/

References

Andini, R. 2022. Konservasi Lingkungan Berbasis Ekologi Integral Perspektif Al-Qur’an. Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta.

Andini, R. 2023. “Pendidikan Lingkungan Berbasis Ekologi Integral dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan.” Mauizhah: Jurnal Kajian Keislaman 13, no. 2: 332–340.

Astardinata, A. I., M. A. K. Ridho, and E. F. Saputri. 2023. “Implementasi Makna Nilai Pancasila Sila Ke-3.” Indigenous Knowledge 2, no. 5: 375–380.

Awang, N. A., Y. B. Setyawan, and E. L. N. Timo. 2019. “Ekoteologi Fungsi Hutan Oenaek: Penyimpangan Paradigma Ekologis Menuju Perilaku Eksploitatif.” Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 4, no. 2: 135–154.

Dewi, M. H. H., and H. Diana. 2024. “Peran Teknologi dan Hukum Bisnis di Era Globalisasi Ekonomi.” Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi 3, no. 3: 895–906.

Faradila, A. H., Holilulloh, and M. M. Adha. 2014. “Pengaruh Pemahaman Ideologi Pancasila terhadap Sikap Moral dalam Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila.” Jurnal Kultur Demokrasi 2, no. 7.

Hutahaean, J. T., M. Asbari, and F. Nurwanto. 2023. “Urgensi Sadar Lingkungan di Era Teknologi.” Jurnal Sistem dan Manajemen Informasi (JISMA) 2, no. 6: 47–49.

Irayanti, I., and K. Komalasari. 2023. “Membangun Etika Kewarganegaraan Global melalui Karakter Moral Pancasila: Analisis Konseptual.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 13, no. 1: 21–34.

Kirana, N. F. A., Z. Rozaki, R. Wulandari, and L. M. Sari. 2025. “Membangun Kesadaran Konsumen tentang Produk Ramah Lingkungan melalui Platform Digital.” In Seminar Nasional Agribisnis, vol. 2, no. 1, 149–154.

Mufrizon, H. 2005. “Hubungan Manusia, Alam dan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Telaah Sederhana.”

Munandar, D. H., V. J. Purnama, H. F. Simanjuntak, and S. Rahmadani. 2024. “Tantangan dan Dinamika Transformasi Kebijakan Pemerintah pada Ekologi dan Pembangunan Kota-Desa.”

Raharja, U. A. n.d. Pemikiran Politik Romo Mangunwijaya: Menjaga Kehidupan Berbangsa dengan Nilai-Nilai Budaya.

Rahayuningtyas, D. n.d. “Wacana Pendidikan Pluralisme dalam Perspektif Romo Mangun Wijaya.” In Pluralisme, Multikulturalisme, 65.

Sumule, L. 2024. “Melampaui Antropocentrism: Ekoteologi dan Etika Lingkungan dalam Dialog, Sebuah Pendekatan Interdisipliner untuk Keberlanjutan dan Keadilan Ekologis.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 8, no. 2: 166–178.

Wahana, P. 2016. Menerapkan Etika Nilai Max Scheler dalam Perkuliahan Pendidikan Pancasila untuk Membangun Kesadaran Moral Mahasiswa. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Wenehenubun, M. H. 2025. “Pendekatan Ekologi Integral untuk Mengatasi Krisis Lingkungan Hidup Menurut Paus Fransiskus.” Logos: Jurnal Pendidikan, Katekese, dan Pastoral 13, no. 1: 19–42.

“Computer Program?” Scientific American 262, no. 1 (January 1990): 25–31.