Harmoni Ekologis dalam Petuah Adat Sikka dan Lamalera: Pedoman Hidup di Tengah Tantangan Modern

Main Article Content

Christian Wildeciano Jogo
Marselinus Kalang Lelaona
Kasimirus Rape Baluk

Abstract

This study examines the indigenous values of the Sikka and Lamalera communities embodied in the traditional sayings Hode Lau Ina Limé, Ina Soro Sare-Sare and Blatang Ganu Wair, Blirang Ganu Wolong/Bao as foundations for a harmonious relationship between humanity and nature. Amid rapid modernization, these values have become increasingly marginalized, highlighting the need to reassess their relevance for maintaining ecological balance and environmental sustainability. This study employs a qualitative descriptive method with an analytical approach, drawing on interviews and a literature review. The findings reveal that these traditional teachings regard the sea and the land not merely as natural resources but as sacred entities deserving respect. They represent the presence of the Creator in sustaining community life and provide ethical guidance for fostering harmonious human–nature relationships. Therefore, these indigenous values remain highly relevant as a foundation for environmental conservation in the face of contemporary development challenges.


Abstrak


Penelitian ini menganalisis nilai-nilai luhur masyarakat Sikka dan Lamalera yang terkandung dalam petuah adat Hode Lau Ina Limé, Ina Soro Sare-Sare dan Blatang Ganu Wair, Blirang Ganu Wolong/Bao sebagai dasar hubungan harmonis antara manusia dan alam. Di tengah modernisasi, nilai-nilai tersebut semakin terpinggirkan, sehingga diperlukan upaya untuk memahami relevansinya dalam menjaga keseimbangan ekologis dan kelestarian lingkungan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analitis melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua petuah adat memandang laut dan daratan tidak hanya sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai entitas suci yang harus dihormati. Nilai-nilai tersebut merepresentasikan kehadiran Sang Pencipta yang menopang kehidupan masyarakat serta menjadi pedoman etis dalam membangun relasi yang harmonis antara manusia dan alam. Dengan demikian, kearifan lokal ini tetap relevan sebagai landasan pelestarian lingkungan di tengah tantangan pembangunan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Harmoni Ekologis dalam Petuah Adat Sikka dan Lamalera: Pedoman Hidup di Tengah Tantangan Modern. (2026). Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology, 4(1), 155-169. https://doi.org/10.24071/snf.4.1.273

References

Buku:

Cholidin, Achmad. Hukum Lingkungan: Prinsip, Regulasi, dan Penegakan Untuk Keadilan Ekologis. Kencana PrenadaMedia Group. Jakarta. 2025.

Lelaona, Antonius. Dari Lautan Menuju Tuhan. Kanisius. Yogyakarta. 2016.

Artikel Jurnal:

Askodrina, Hijriadi. “Penguatan Kecerdasan Perspektif Budaya dan Kearifan Lokal.” Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, Vol. 16. No. 1 (2021): 619-623.

Bato, Kamilus. Dkk. “Menggali Makna Ritus Huler Wair dan Hubungannya dengan Sakramen Pembaptisan.” Jurnal Adat dan Budaya, Vol. 5. No. 2 (2023): 91-98.

Chang, Kuei-Feng, at.al.” Harmony With Nature: Disentanglement The Influence Of Ecological Perception And Adaptation On Sustainable Development And Circular Economy Goals In Country.” Heliyon: Journal Homepage, Vol. 10, No. 4 (2024): 1-15.

Djamaluddin, Muhamad. dkk. “Air dalam Perspektif Agama dan Budaya.” Journal on Education, Vol. 7. No. 2 (2025): 8733-8740.

Doncaster, C. Patrick dan James M. Bullock. “Living In Harmony With Nature Is Achievable Only As A Non-Ideal Vision.” Environmental Science and Policy, Vol. 152, No. 2 (2024): 1-8.

Gobang, Yonas K. G. D. dan Yoseph Aprilyanus Nong Boni. “Komunikasi Ritual Dalam Tradisi Lodong Me Analisis Semiotika Roland Barthes Tradisi Lodong Me Di Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.” Jurnal Communicatio, Vol. 6. No. 2 (2023): 1-16

Kurniasai, Nendah dan Elly Reswati. “Kearifan Lokal Masyarakat Lamalera: Sebuah Ekspresi Hubungan Manusia Dengan Laut.” Buletin Riset Sosek Kelautan dan Perikanan, Vol. 6. No. 2 (2011): 29-33

Pramesti, Dinar Sukma dan Ini Ketut Veri Kusumaningrum. “Kearifan Lokal dalam Novel Suara Samudra Karya Maria Matildis Banda dan Relevansinya sebagai Media Promosi Pariwisata di Lamalera – NTT.” Jurnal Ilmiah Hospitality Management, Vol.12. No. 1 (2021): 1-12.

Thohari, Ahmad Miftahudin. “Kearifan Lingkungan: Tradisi Masyarakat Jawa dalam Upaya Menghormati Entitas Alam.” Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, Vol. 10. No. 1 (2022): 36-50.

Viktor, dkk. “Krisis Harmoni Antara Manusia dan Alam: Pendekatan Filosofis Terhadap Tantangan Ekologi Modernitas.” Jurnal Reinha, Vol. 15. No. 2 (2024): 106-118.

Wawancara:

Bersama Bpk. Ignasius Kusni. Anggota Pelestarian Adat Sikka. 17 September 2025.

Bersama Bpk. Herman Glau Lelaona. Kepala Suku Lamalera B. 28 September 2025.