Membangun Etika Keberlanjutan di Era Ketidakadilan dan Krisis Ekologis

Main Article Content

Theodorus Trichinas Payong Lewar

Abstract

Social injustice and ecological crisis are two faces of the failure of development ethics and modern human lifestyles. Excessive exploitation of nature, oppressive economic systems, and widespread social inequality show that the paradigm of humans as the centre of morality is no longer adequate. This paper attempts to construct a concept of sustainability ethics rooted in the principles of integral ecology, in order to present a moral unity between humans, society, and nature. This approach demands ethical responsibility to care for the earth while fighting for social justice as two inseparable dimensions of moral life. Through philosophical analysis and reflection on social teachings, this paper offers a renewed moral perspective: that sustainability can only be achieved through ecological and social solidarity based on respect for the dignity of all creation. Thus, sustainability ethics is not merely an ecological discourse, but a moral call to reorder human relations with one another and with nature for a just and sustainable shared future.


Abstrak


Ketidakadilan sosial dan krisis ekologis merupakan dua wajah dari kegagalan etika pembangunan dan pola hidup manusia modern. Eksploitasi alam yang berlebihan, sistem ekonomi yang menindas, serta ketimpangan sosial yang meluas menunjukkan bahwa paradigma manusia sebagai pusat dalam moralitas tidak lagi memadai. Tulisan ini berupaya membangun konsep etika keberlanjutan yang berakar pada prinsip ekologi integral, guna menghadirkan kesatuan moral antara manusia, masyarakat, dan alam. Pendekatan ini menuntut tanggung jawab etis untuk merawat bumi sekaligus memperjuangkan keadilan sosial sebagai dua dimensi yang tak terpisahkan dari kehidupan moral. Melalui analisis filosofis dan refleksi atas ajaran sosial, tulisan ini menawarkan pembaruan pandangan moral: bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui solidaritas ekologis dan sosial yang berlandaskan pada penghormatan terhadap martabat seluruh ciptaan. Dengan demikian, etika keberlanjutan tidak hanya menjadi wacana ekologis, tetapi sebuah panggilan moral untuk menata ulang relasi manusia dengan sesama dan alam demi masa depan bersama yang adil dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Membangun Etika Keberlanjutan di Era Ketidakadilan dan Krisis Ekologis. (2026). Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology, 4(1), 221-235. https://doi.org/10.24071/snf.4.1.277

References

Al Munir, M. Ied. “Corak Paradigma Etika Lingkungan: Antroposentrisme, Biosentrisme dan Ekosentrisme.” Jurnal Yaqzhan 9, no. 1 (Juni 2023): 28.

Atu, Laurentius Florido, dan Petrus Fonsensus Loran Oke. “Hans Jonas dan Tanggung Jawab Etika: Jawaban Atas Krisis Ekologi di Indonesia.” Indonesian Character Journal 2, no. 1 (Januari 2025): 11.

Badan Pusat Statistik. “Gini Ratio Maret 2025 Tercatat Sebesar 0,375.” BPS, 25 Juli 2025. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2519/gini-ratio-maret-2025-tercatat-sebesar-0-375.html (diakses 18 Oktober 2025).

Fransiskus, Paus. Laudato Si’: On Care for Our Common Home. Vatikan, 2015.

Fransiskus, Paus. Laudato Si’: Tentang Perhatian terhadap Rumah Kita Bersama. Jakarta: Dokpen KWI, 2015.

Gili Leo, Oktavianus. “Berteologi Hijau di Tengah Dunia yang Terluka: Pergeseran Paradigma dari Antroposentrisme menuju Ekosentrisme.” Jurnal Akademika 24, no. 2 (Januari-Juni 2025): 175.

Kelvin, Wilhelmus, dan Eugenius M. Darmawan. “Antroposentrisme, Teknokrasi, dan Krisis Pembangunan: Menuju Paradigma Teosentris.” Apostolicum: Jurnal Pendidikan Keagamaan Katolik Ledalero 1, no. 1 (Maret 2025): 113.

Magnis-Suseno, Frans. Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius, 1987.

Magnis-Suseno, Frans. Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius, 1993.

Magnis-Suseno, Frans. Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius, 1997.

Magnis-Suseno, Frans. Etika Sosial: Dasar dan Prinsip Hidup Bersama. Jakarta: Gramedia, 1987.

Mangaluk, Efraim. “Deforestasi dan Punahnya Kebudayaan Papua.” Kompas, 24 Agustus 2024. https://www.kompas.id/artikel/deforestasi-dan-punahnya-kebudayaan-papua (diakses 18 Oktober 2025).

Muthmainnah, Lailiy, Rizal Mustansyir, dan Sindung Tjahyadi. “Kapitalisme, Krisis Ekologi, dan Keadilan Intergenerasi: Analisis Kritis atas Problem Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia.” Mozaik Humaniora 20, no. 1 (Juni 2020): 62-63.

Ranboki, Buce A. “Menemukan Teologi Leonardo Boff Dalam Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’.” Indonesian Journal of Theology 5, no. 1 (Juli 2017): 52.

Sobon, Kosmas. “Konsep Tanggung Jawab dalam Filsafat Emmanuel Levinas.” Jurnal Filsafat 28, no. 1 (2018): 60-61.

Wenehenubun, Maria Helena. “Pendekatan Ekologi Integral Untuk Mengatasi Krisis Lingkungan Hidup Menurut Paus Fransiskus.” Logos: Jurnal Pendidikan, Katekese, dan Pastoral 13, no. 1 (Juni 2025): 24, 33, 40.