Analisis Makna Filosofis Peribahasa Toraja dan Lamaholot: Pesan Moral bagi Kaum Muda Masa Kini
Main Article Content
Abstract
This study examines the philosophical meaning of proverbs from two Indonesian cultures, namely “Larondon Lulangnganrika tu Dongkayu” (Toraja) and “Taan Kakan Noo Arin. Ake Pewoke Geni” (Lamaholot). The main issue is the decline in young people's understanding of the noble values in these proverbs, which has led to a fading appreciation of values within families and society at large. The purpose of this study is to explore the philosophical meaning, value connections, and moral messages of these two proverbs that are relevant to modern society, especially young people. The methods used were literature study and interviews with cultural figures. The results showed that both proverbs contain noble values such as exemplary behavior, integrity, morality, and responsibility. These values are relevant for building harmonious relationships in modern society. This study encourages young people to preserve and appreciate the values of their ancestors for the sake of cultural continuity.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji makna filosofis dari dua peribahasa dalam budaya Indonesia, yaitu “Larondon Lulangnganrika tu Dongkayu” (Toraja) dan “Taan Kakan Noo Arin. Ake Pewoke Geni” (Lamaholot). Permasalahan utama yang diangkat adalah menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam peribahasa tersebut, yang berdampak pada memudarnya penghargaan terhadap nilai-nilai dalam keluarga dan masyarakat secara umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali makna filosofis, keterkaitan nilai, dan pesan moral dari kedua peribahasa tersebut yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern, khususnya bagi generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan wawancara dengan tokoh budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peribahasa tersebut mengandung nilai-nilai luhur seperti keteladanan, integritas, moralitas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini penting untuk membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat modern. Studi ini mendorong generasi muda untuk melestarikan dan menghargai nilai-nilai warisan leluhur demi keberlanjutan budaya
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
How to Cite
References
Veranida, Dea. (2018), “Petuah sebagai Warisan Nilai Moral”, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol.23. No.1. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/2444-10000847-1-PB.pdf
Petrus, Ramos dan Simatupang, M. S (2022), “Keberagaman bahasa dan budaya sebagai
kekayaan bangsa indonesia”, DIALEKTIKA Jurnal bahasa, sastra dan budaya, no.9 96 ISSN : 2338-2635 ; e-ISSN : 2798 - 137. https://www.researchgate.net/publication/364584091_KEBERAGAMAN_BAHASA_DAN_BUDAYA_SEBAGAI_KEKAYAAN_BANGSA_INDONESIA
Aprianti, Muthia. dkk.(2022), “Kebudayaan Indonesia di Era Globalisasi terhadap Identitas Nasional Indonesia”, EDUMASPUL Jurnal Pendidikan, Vol. 6 –No.1.https://scispace.com/pdf/kebudayaan-indonesia-di-era-globalisasi-terhadap-identitas-gx33cgl3.pdf
Ulfa, F. (2018), “Peranan keluarga dan masyarakat dalam membentuk karakter anak di desa ambesia selatan kecamatan tomini” Skripsi Institut Agama Islam Negeri. http://repository.iainpalu.ac.id/id/eprint/737/1/FINI%20ULFA.pdf
Sande, J S. (1994), “Ungkapan dan peribahasa dalam bahasa Toraja”, Jakarta: Departemen pendidikan dan kebudayaan. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/3770/1/Ungkapan%20dan%20Peribahasa%20dalam%20Sastra%20Toraja.pdf
Supriyono, dkk. (2014), “Rendahnya Minat pada Budaya Lokal di Kalangan Remaja”, Jurnal Pendidikan Tambusai, Volume 8 Nomor 2. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/683.+Rendahnya+Minat+23642-23649.pdf
Febriansyah, R. (2025), “Dampak Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Nilai-Nilai Budaya”, VENUS -vol 3, no.1. https://journal.aritekin.or.id/index.php/Venus
Irfan, R dan Masyhuri. (2025), “Interaksi Sosial dan Era Digital: Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia Modern”, JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health, Vol. 4 No. 1. https://www.researchgate.net/publication/389495745_Interaksi_Sosial_dan_Era_Digital_Perubahan_Sosial_Masyarakat_Indonesia_Modern.
Aprilistya, A,dkk. (2023), “Dampak media sosial terhadap penurunan nilai moral dan etika generasi muda”, INDIGENOUS KNOWLEDGE, Volume 2 Number 2. https://jurnal.uns.ac.id/indigenous/article/viewFile/79375/pdf.
Purwanto H, dkk. (2024), “Krisis Moral dan Etika Pada Generasi Muda Indonesia”, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Volume 1, Nomor 2. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Krisis+Moral+dan+Etika+Pada+Generasi+Muda+Indonesia,+pp+233-241.pdf
Sampe, Junita,dkk, (2022). “Dimensi Praksis Sosial Leksikon Flora dalam Kada Tominaa pada Acara Ma’bua’ Suku Toraja Analisis Ekolinguistik”, Gema Wiralodra, Vol 13, No 2. https://www.researchgate.net/publication/372596753_Dimensi_Praksis_Sosial_Leksikon_Flora_dalam_Kada_Tominaa_pada_Acara_Ma'bua'_Suku_Toraja_Analisis_Ekolinguistik
Muhiddin, S, dkk. (2015) “Studi Tentang Konsep Diri Orang Toraja, Perspektif Psikologi Kebudayaan”, RecearchGate. https://www.researchgate.net/publication/338884378_Studi_Tentang_Konsep_Diri_Orang_Toraja_Perspektif_Psikologi_Kebudayaan.
Imanuella, Susi, K. (2017). “Mangrara Banua Merawat Memori Orang Toraja (Upacara Penahbisan Tongkonan Di Toraja, Sulawesi Selatan)”, JURNAL ILMU BUDAYA Volume 5, Nomor 1, https://media.neliti.com/media/publications/163202-ID-none.pdf
Harti, SD.”Keteladanan Orang Tua dalam Memahami Moralitas Anak Usia Dini”, Jurnal Obsesi, jurnal Pendidikan anak usia dini, no.5. hal. 33. https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/5191
Bahrum,S dan Lisungan, J.D (2009). “BANGUNANSOSIALTONGKONAN (Sebuah Kajian Terhadap Organisasi Sosial Tradisional di Tana Toraja)” Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film: Jakarta. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/8297/1/BANGUNAN%20SOSIAL%20TONGKONAN.pdf
Arybowo, S (2010). “Kajian budaya dalam perspektif Filosofis”, Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 12 No. 2. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=949431&val=14662&title=KAJIAN%20BUDAYA%20DALAM%20PERSPEKTIF%20FILOSOFI
De Porres,M.E (2021). “Merangkul Tradisi, Menjejak Masa Lalu: Rekonsiliasi Budaya Peristiwa 1965/1966 di Maumere”, Jurnal Sejarah. Vol. 4(2), https://msi.or.id/journal/index.php/js/article/download/63/61/124
Atasoge,A.D, dkk, (2023). “Korke:rumah moderasi beragama masyarakat Lamaholot di Flores Timur”, Jurnal SMaRT, vol 09 No. 01. https://journal.blasemarang.id/index.php/smart/article/download/1877/592