Pendidikan Berbasis Pengalaman untuk Mengembangkan Kesadaran Kritis Responsif Menurut Paulo Freire
Main Article Content
Abstract
Conventional education often neglects the concrete experiences of students and teachers, thereby failing to foster the critical awareness necessary to engage in social transformation. This qualitative research using library research methods examines Paulo Freire’s concept of experience-based education in developing responsive critical awareness for the transformation of social situations towards greater independence. The study focuses on five aspects: the relationship between life experiences and the formation of liberating critical consciousness; the characteristics of experience-based education that distinguish it from conventional approaches; the concept of “responsiveness” through reading the world in responding to social realities; the process of transition from naive consciousness to responsive critical consciousness in educational praxis; and its implementation for teachers and students. The results of the study show that Paulo Freire’s experience-based education emphasizes critical dialogue between life experiences and theoretical reflection with the guidance of teachers as educational facilitators and creates democratic and emancipatory learning. Responsive critical consciousness is realized when students are able to analyze social reality in depth and take transformative action through continuous educational praxis.
Abstrak
Pendidikan konvensional sering mengabaikan pengalaman konkret murid dan guru sehingga gagal menumbuhkan kesadaran kritis yang diperlukan untuk terlibat dalam transformasi sosial. Penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) ini mengkaji konsep pendidikan berbasis pengalaman menurut Paulo Freire dalam mengembangkan kesadaran kritis responsif demi transformasi situasi sosial menuju yang semakin merdeka. Kajian difokuskan pada lima aspek: keterkaitan pengalaman hidup dengan pembentukan kesadaran kritis yang membebaskan, karakteristik pendidikan berbasis pengalaman yang membedakannya dari pendekatan konvensional, konsep “responsif” melalui reading the world dalam merespons realitas sosial, proses transisi dari kesadaran naif menuju kesadaran kritis responsif dalam praksis pendidikan serta implementasinya bagi guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis pengalaman Paulo Freire menekankan dialog kritis antara pengalaman hidup dan refleksi teoritis dengan bimbingan guru sebagai fasilitator pendidikan serta menciptakan pembelajaran yang demokratis dan emansipatoris. Kesadaran kritis yang responsif terwujud ketika peserta didik mampu menganalisis realitas sosial secara mendalam dan mengambil tindakan transformatif melalui praksis pendidikan berkelanjutan.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
How to Cite
References
Affandi, Lalu Hamdian dan I Wayan Suastra. “Kreativitas, Inovasi, dan Interpreneurship dalam Pedagogi Kritis: Sebuah Telaah Kepustakaan.” Jurnal Basicedu, Vol. 6 No. 3 (2022): 3200-3212.
Agustiani, Wati, Yusuf Tri Herlambang dan Tatang Muhtar. “Kemerdekaan Belajar untuk Siswa: Studi Kritis dalam Perspektif Pedagogik Kritis.” Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, Vol. 10 No. 1 (2025): 830-835.
Angga dan Tatang Muhtar. “Relevansi Pedagogik Kritis dalam Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022): 5685-5691.
Arta, I Gede Arya Juni. “Digitalisasi Pendidikan: Dilematisasi dan Dehumanisasi dalam Pembelajaran Daring Perspektif Filsafat Paulo Freire.” Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya No. 3, (2021): 96-107.
Asdiniah, Euis Nur Amanah. “Urgensi dan Implikasi Pedagogik Kritis pada Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 1707-1712.
Astutik, Dwi, “Analisis Pedagogi Kritis Paulo Freire dalam Pro-Kontra Penghapusan Ujian Nasional pada Kurikulum Merdeka Belajar.” Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 (2024): 2711-2719.
Freire, Paulo dan Macedo Donaldo, Literacy: Reading The Word and The World. London: Routledge & Kagan Paul, 1987.
Freire, Paulo. Education for Critical Consciousness. London: Sheed & Ward, 2005.
__________. Pendidikan Kaum Tertindas. Jakarta: LP3ES, 1985.
__________. Pendidikan yang Membebaskan. Jakarta: Melibas, 2001.
__________. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan, dan Pembebasan. Terj. Agung Prihantoro dan Fuad Arif Fudiartanto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Hendrawan, Budi, Anggia Suci Pratiwi dan Siti Komariah. “Kajian Aplikatif Penanaman Nilai-Nilai Karakter Siswa Melalui Gerakan Literasi di Sekolah Dasar Berdasarkan Perspektif Pedagogik Kritis.” ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2a (2017): 83-97.
Hendriani, Ani, Pupun Nuryani dan Teguh Ibrahim. “Pedagogik Literasi Kritis: Sejarah, Filsafat dan Perkembangannya di Dunia Pendidikan.” Pedagogia Vol. 16 No. 1 (2018): 44-59.
Marliyani, Teni, dan Tatang Muhtar. “Analisis Kebijakan Kurikulum Baru dalam Perspektif Pedagogik Kritis: Telaah Kritis Kebijakan Pendidikan Indonesia.” Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 7 No. 5 (2022), 5545-5552.
Mulianingsih, Ferani, dan Pranichayudha Rohsulina. “Pedagogi Kritis Mitigasi Bencana dalam Pembelajaran IPS.” Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 16 (2024): 18-20.
Shah, Rajendra Kumar dan Sanothimi Campus. “Conceptualizing and Defining Pedagogy.” IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME) Vol. 11 No. 1 (2021): 6-29.
Siti Humaeroh, dkk., “Pedagogik Kritis dalam Membangun Pendidikan Humanis.” Aulad: Journal On Early Childhood Vol. 4 No. 3 (2021): 174-182.
Subkhan, Edi. “Pendidikan Antikorupsi Perspektif Pedagogi Kritis.” Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol. 6 No. 1 (2020): 15-30.
Sudirman, P. “Pedagogi Kritis Sejarah, Perkembangan dan Pemikiran: Tinjauan Pemikiran Paulo Freire.” Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol. 4, No. 2 (2019): 63-72.